10 Manfaat USG Kehamilan Bagi Janin

Manfaat USG kehamilan dapat dilihat dari waktu penggunaannya, yakni dalam 3 fase trimester, yaitu :

Trimester pertama (Minggu 1 hingga minggu ke-12 usia kehamilan)

USG ini dilakukan dalam tiga bulan pertama usia kehamilan. Adapun penggunaannya adalah untuk :

manfaat-usg-kehamilan

1. Untuk mengkonfirmasi kehamilan

Sebuah USG di trimester pertama dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan saat mengalami ciri ciri orang hamil. Serta untuk memeriksa perkembangan embrio di dalam rahim dan memastikannya tidak berkembang di dalam tuba falopi, mengkonfirmasi jumlah embrio, untuk mengetahui kehamilan molar atau anggur, yakni kehamilan yang disertai dengan tumbuhnya tumor, serta untuk mengetahui perkiraan tanggal kelahiran.

2. Untuk memeriksa plasenta, uterus, ovarium, dan leher rahim

Manfaat USG kehamilan juga digunakan untuk memeriksa letak plasenta yang menghalangi jalan lahir atau yang disebut plasenta previa. Hal ini dapat mengakibatkan sulitnya proses kelahiran bayi nantinya. Kelainan plasenta dapat diakibatkan beberapa masalah kehamilan penyakit seperti diabetes dan hidrop janin, yaitu berlebihnya cairan di bagian tubuh seperti toraks, abdomen, atau kulit yang dapat mengakibatkan penebalan plasenta.

3. Untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan

USG juga dapat dipergunakan untuk memeriksa detak jantung bayi. Denyut jantung janin biasanya bisa dideteksi pada usia kehamilan telah mencapai 6 minggu dan akan menguat diusia 7 minggu. Jika hal itu bisa terdeteksi, maka bisa dikatakan keberhasilan kehamilan mencapai 95%.

Denyut jantung pada janin tergantung pada usia kehamilan, seperti :

  • Usia 6 minggu janin memiliki denyut jantung antara 90-110 dpm
  • pada usia kehamilan 9 minggu denyut jantung bayi antara 140-170 dpm
  • Pada usia 5 hingga 8 minggu denyut jantung bayi kurang dari 90 dpm, maka akan beresiko terjadinya keguguran.

Trimester kedua (Minggu ke-12 hingga minggu ke-24)

USG ini dilakukan antara minggu 18 dan 24 usia kehamilan, yang dapat digunakan untuk :

1. Memeriksa perkembangan bayi dalam kandungan

USG yang dilakukan saat kehamilan digunakan untuk mengetahui perkembangan struktur janin, seperti tulang belakang, kaki, otak dan organ-organ internal lainnya. Selain itu manfaat USG kehamilan juga dapat mendeteksi adanya ciri-ciri hamil kembar yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

2. Mengetahui usia kehamilan dan berat badan bayi

Saat melakukan USG, dapat diketahui ukuran tubuh dan berat badan bayi dalam kandungan, yang mana hal tersebut dapat digunakan juga untuk mengetahui usia kehamilan.

3. Untuk mengetahui adanya kelainan pada janin

USG juga dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan kehamilan. Seperti kelainan struktural atau masalah aliran darah pada pertumbuhan janin. Kelainan struktural misalnya malformasi janin (anensefali, spina bifida, dan lain-lain), kelainan jantung, hidrosefalus, maupun jenis kelainan lainnya.

Dengan mengetahui masalah sebelum proses kelahiran, dokter dan keluarga dapat mempersiapkan serta menyusun rencana perawatan pada saat dan pasca kelahiran nantinya.

4. Mengetahui masalah-masalah selama kehamilan

Selain itu, manfaat USG kehamilan juga dapat mendeteksi dan mengetahui karakteristik gangguan kehamilan lainnya. Seperti down sindrom, serta mendiagnosa ada atau tidaknya masalah dengan indung telur atau rahim, seperti tumor kehamilan.

Trimester ketiga (Minggu ke 24 hingga Minggu ke-40 atau kelahiran)

USG ini dilakukan setelah 30 minggu usia kehamilan, hal ini dapat digunakan untuk :

1. Memeriksa pertumbuhan bayi pada tingkat yang normal

USG dapat digunakan untuk mengetahui kelainan bawaan dan resiko cacat lahir nantinya. Selain itu USG juga dapat mengkonfirmasi terjadinya kematian intrauterin.

2. Memonitor kadar cairan ketuban

Dengan USG, anda dapat mengetahui jumlah cairan ketuban dalam rahim. Jumlah air ketuban yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit dapat menimbulkan resiko bahaya pada bayi dalam kandungan :

  • Kelebihan cairan ketuban (polihidramnion) – dapat mengakibatkan gangguan sesak nafas akut pada calon ibu, serta meningkatkan resiko bayi lahir premature. Adapun faktor yang mempengaruhi kondisi ini antara lain adalah diabetes yang tak terkontrol, kehamilan kembar, isoimunisasi, maupun malformasi janin.
  • Kurangnya cairan ketuban (oligohidramnion) – dapat mengakibatkan kematian pada janin. Faktor resiko yang mempengaruhi adalah seperti adanya kelainan bawaan pada saluran kemih, pertumbuhan janin yang terhambat, serta kurangnya berat janin.

3. Mengetahui jenis kelamin

Banyak calon orang tua yang ingin mengetahui jenis kelamin calon bayinya. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai alasan, seperti untuk mempersiapkan nama, maupun perlengkapan bayi nantinya. USG dapat memberikan akuransi sekitar 95% untuk hal tersebut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *